My Father is My Hero
Assalamualaikum wr. wb.
“Hal terbaik untuk diberikan kepada musuhmu adalah ampunan atau maaf. kepada lawan, toleransi. Teman, hatimu. Ayah, rasa kehormatan. Ibu, kebanggaan. Diri sendiri, kehormatan. Umat manusia, adalah amal. Bagi dunia kau mungkin hanya seseorang tapi bagiku kau adalah dunia itu.Kebodohanku selama ini, terlalu mengikuti egoku yang kadang tak sadar telah menyakitimu, ayah. Tiap pengorbananmu didalamnya tak pernah lupa selalu terselip doa. Doa agar kesuksesan dapat diraih oleh anak-anaknya.”
Ngoghey guys.. yang mau aku ceritain kali ini adalah tentang biografi “bapak ku pahlawanku” atau bahasa lainnya “my father is my hero” untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia.
“my Father is my Hero”
Sosok lelaki kuat dan tangguh paruh baya ini dengan ikhlas untuk menggerakkan seluuruh tenaganya tanpa mengharapkan belas kasihan kepada anaknya. Banting tulang dari pagi hingga sore hari ia bekerja untuk sesuap nasi demi keluarganya. Ia selalu mengajarkan anak-anaknya menanam benih kebaikan, menjelaskan makna kehidupan dan betapa kerasnya kehidupan dan mendidik dengan rasa sungguh kasih sayang.
Ya, dia adalah bapakku, aku memanggilnya bapak, bapak yang begitu sangat aku cintai. Ia adalah sosok hiro paling nyata buat ku. Bapak adalah sosok yang dapat ku sebut sebagai pahlawan. Ia adalah laki-laki sangat luar biasa yang tidak kenal lelah, tidak kenal capek, setiap harinya ia rela di sengat matahari, dan hujan pun tak dapat membatasinya. Ia adalah pahlawan luar biasa bagi hidupku.
Ini adalah foto ku bersama bapakku:)
Mempunyai hidup yang tekat dan pantang menyerah, bapakku kelahiran Rutih, lebih tepatnya di takengon, Aceh Tengah. Pada tanggal 7 Januari 1967 yang bernama SAPDIN yang sering disapa DIN. Beliau adalah anak ke 3 dari 7 bersaudara yang merupakan 1 kakak perempuan yang paling tua dan 1 lagi adik perempuan, memiliki 1 abang dan 3 adik laki-laki. Ayah beliau bernama ISMAIL dan bekerja sebagai petani dan ibunya bernama ZUBAIDAH bekerja sebagai ibu rumah tangga.
Bapakku yang yang memiliki bentuk postur tubuhnya yang tinggi dan sedikit kurus sehingga dari kejauh aku dapat mengenalnya “oh ternyata yang berdiri di bawah pohon jambu itu bapakku pak sabdin” dilihat dari segi matanya yang bulat disertai tatapan yang tajam, hidung mancungnya yang membuat ku iri hehe, alis yang tebal, memiliki warna kulit sama seperti sao matang, terkadang bapakku memelihara kumisnya, tapi aku lebih suka melihat bapakku kumis tipis, bapak memiliki kumis tipis itu seakan ketampanan yang ia miliki seakan-akan terpancar wkwk di tambah lagi dengan model rambut kanan dan kiri di potong tipis dan di tengahnya sedikit tebal, serta memakai baju kemeja, lengan pendek, warna army, oke no debat bapakku kembali muda:) meskipun umurnya sudah menginjak setengah abad. Bapakku memiliki karakter yang tegas. Namun ketegasannya itu memiliki arti yaitu tegas dalam medidik.
Bapak adalah seorang yang cuek dan dingin jika berada dirumah, tapi jika kita pandai dalam mengambil sikap beliau adalah orang yang ramah tamah, humoris, bahkan biasanya di sela ketegangan beliau menyelipi candaan. Bapak memiliki sifat yang amat sangat tidak bisa ditebak, sifatnya menurun ke diriku, “hayo para kakak jangan iri ya wkwk” walaupun kesannya terkadang cuek dan dingin tetapi tersimpan kelembutan yang begitu besar.
Bapak itu sosok yang sangat istimewa, bapak adalah cinta pertama ku yang tidak pernah menyakiti anak-anaknya, hanya sosok bapak yang menjadi panutanku, bapak tak pernah menyerah dengan apa yang iya lakukan. Bapak adalah orang yang tidak pernah mengeluh didepan keluarganya ia selalu menutupi segala sakit yang ia miliki.
Pernah ada satu tragedi yang menimpa bapakku tepat didepan mataku, satu tahun yang lalu aku, bapak dan ibuku pergi kekebun untuk menebas rerumputan yang telah menjulang tinggi, ketika hendak mulai menebas kami bertiga memisahKan diri agar sesuatu yang tidak diinginkan tidak terjadi, sekitaran sejam kami menebas mungkin saking asiknya tak terasa bapak menebas bawah lututnya, saat itu posisiku tidaklah terlalu jauh dari bapak dan darahnya pun langsung bercucuran, aku panik, aku langsung memanggil ibuku dan menghampiri bapak. Dan disitu aku melihat wajah bapak kesakitan, tetapi dikala sakit pun ia masih terlihat tegar dan melanjutkn sisa tebasannya. Walaupun ia lelah dan memiliki rasa sakit yang tidak ia ucapkan kepada kami.
Bapak terlahir dari keluarga yang serba pas-pasan, mereka hidup denga seadanya, dengan mengucap rasa syukur karena masih mempuyai lahan untuk bersawah dan bertanam sayuran. waktu pas menginjak bangku sekolah dasar (SD) bapak, kakak, abang dan adiknya mempunyai cerita yang sangat pelik, berangkat sekolah dengan berjalan kaki serta dengan jarak yang lumayan jauh dari rumah, hal itu tidak membuat meraka untuk patah semangat. mereka bersekolah hanya menggunaan tas dari kantong kresek atau dari karung, dan sebagai alas kaki mereka hanya menggunakan sendal, adapun sepatu mereka mengenakannya secara bergantian, serta uang untuk jajannya pun mereka harus berjualan terlebih dahulu. bapak dulu berjualan di sekolah nya.
Pada masa kecil bapak adalah orang yang degil haha Setelah pulangnya dari sekolah beliau langsung ke persawahan untuk membantu Ama, bapak memanggil ayahnya dengan sebutan “Ama” untuk membajak sawah, karena disawah Ama nya biasa berbekal nasi dan terkadang Ama memasak dipertengahan sawah, nah di sela istirahat bapak paling terdepan kalau maslah makan-makan dan biasanya bapak makan secara sembuyi-sembunyi agar tidak ketauan dan tidak dimarahi oleh kakak dan abangnya.
Pada saat jenjang SMP, beliau bersekolah di MTSn takengon 7, beliau mempunyai bakat yang luar biasa. Pada saat kelas 2 MTSn bapak mengikuti sebuah perlombaan yaitu membaca Al-Qur’an di tingkat kecamatan alhamdulillah dengan mempunyai suara yang bagus akhirnya pada tahap pertama bapak masuk sepuluh besar, dan lanjut tahap terakhir bapak meraih juara 2 di tingkat kecamatan. Bapak memiliki suara yang tinggi dan melengking.
Setelah Lulus MTSn tahun 1985 bapak melanjutkan sekolahnya ke MAN yang masih satu atap dengan MTSn. Pada masa SMA bapak mempuyai hobi yaitu bermain bola voli, beliau sangat gemar dan senang ketika ada perlombaan voli di sekolah terkadang tangannya sampai bengkak dan memar akibat memukul bola voli. Bapak juga anak yang rajin ketika pulang dari sekolah bapak biasanya mencari upah sebagai menambah pemasukan keluarga. Dari kecil beliau sudah hidup dengan mandiri. Semenjak lulus dari MAN bapak pun melanjutkan kuliahnya dengan mengabil jurusan STAIN, setelah lulus kuliah, bapak dioper ke kalimantan barat dengan abang nya untuk bertugas, bapak dan abangnya bertugas menjadi seorang guru namun di tempat yang berbeda. Bapak ditetapkan di DESAN TANJUNG BUNGA , KEC. KEMBAYAN, KAB. SANGGAU. Dan abngnya di DESA SAMBEH, KUMPANG TENGAH, KEC. PAHOMAN. Sudah 20 tahun lebih hidup di tanah perantauan, dari muda sampai sekarang di kalimantan barat.
Dan sekarang bapak adalah seorang guru PNS, di Desa tanjung bunga, dan ibu sebagai IRT. “bagi bapakku hidup harus dijalani, tanamkan sifat kejujuran, tekun, kerja keras, Jangan ngonyo dan jangan muluk-muluk ada ALLAH yang selalu bersama kita.” Pesan bapak.
Huhu tidak terasa tulisan ini sudah sampai 1000 lebih..
Inilah sedikit cerita tentang pahlawanku ku, ia adalah sosok inspirasi keluarga, terutama untuk anak-anaknya, ia sosok hero yang hebat pemberi semanagat hidup saya, sangat luar biasa. ^Lopyu my hero^
Akhirulkalam wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh